Selasa, 05 November 2024 - Wakil Menteri Perdagangan RI, Dyah Roro Esti menghadiri Perundingan Putaran Kesepuluh Indonesia-Canada Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA) yang berlangsung pada Selasa 05 November 2024 di Bandung, Jawa Barat.

Kehadiran Wamendag Roro pada pertemuan ini guna mengobservasi beberapa isu runding yang masih berjalan.
Dari pertemuan tersebut, diharapkan adanya masukan dan gambaran perundingan Indonesia-Canada CEPA, termasuk isu prioritas dan kebijakan masing-masing negara.
Wamendag juga memberikan arahan tentang prioritas Indonesia dan komitmen pemerintah agar perundingan dapat segera diselesaikan.
Perundingan putaran ke-10 Indonesia-Canada CEPA akan membahas dan menuntaskan beberapa isu yang masih tersisa.
Beberapa di antaranya meliputi penyelesaian atas akses pasar barang, jasa, dan investasi, ketentuan asal barang, isu perdagangan dan pembangunan keberlanjutan, serta diskusi mengenai mineral kritis.
Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Kementerian Perdagangan RI, Djatmiko Bris Witjaksono sekaligus Ketua Delegasi Indonesia mengatakan, kedua negara optimis putaran ke-10 menjadi perundingan putaran terakhir.
Kedua Ketua Delegasi juga menyepakati bahwa pada putaran ini, kedua belah pihak akan mengupayakan agar seluruh isu runding dapat disepakati.
Sementara itu, Associate Assistant Deputy Minister Global Affairs Canada, Aaron Fowler selaku Ketua Delegasi Kanada menyakini bahwa Indonesia-Canada CEPA dapat memperkuat hubungan ekonomi dan kerja sama yang saling menguntungkan.
Hal ini mengingat kemitraan bilateral antara Indonesia dan Kanada telah terjalin selama 70 tahun.
Pertemuan ini turut dihadiri perwalikan Delegasi Indonesia yaitu Direktur Perundingan Bilateral, Johni Martha (NTMA), Rini Setiani Sutrisno Modouw (Investment), dan Syahda Guruh L. Samudra (TSD).
Serta perwakilan Delegasi Kanada yaitu Ricardo del Castillo (NTMA), Vincent Boulanger (Investment), dan Nadine Nickner (TSD).